Desa Krowe

Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan

[MUSYAWARAH DUSUN]    [ARISAN RT 02 RW 10 DUSUN PLOSOREJO ]    [PENERIMAAN BANTUAN SEMBAKO MASYARAKAT MISKIN]    [HOTMIX JALAN PU DESA KROWE]    [KUNJUNGAN PRADES KROWE KE TEMPAT BUDI DAYA TAWON LANCENG]    [PERTEMUAN PETUGAS DAN EVALUASI SENSUS PENDUDUK 2020]    [SEMARAK KEMERDEKAAN KE 75 DUSUN KEDUNGREJO]    [IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI DESA]    [SANTUNAN ANAK YATIM DESA KROWE]    [PANDUAN MEMAKAI MASKER DENGAN BENAR]    [PENDAFTARAN NIKAH KE KUA LEMBEYAN (RAPAKAN)]    [SENAM KEBUGARAN ALA EMAK-EMAK]    [PERSYARATAN MENIKAH]    [PENERIMAAN MAHASISWA KPM-DR IAIN PONOROGO]    [PENYALURAN BLT DD TAHAP KE 4]    [PAGELARAN REYOG PADA PUNCAK PERINGATAN HUT KEMERDEKAAN RI KE 75]    [SURAT EDARAN PEMERINTAH DESA KROWE]    [ARISAN SINOMAN DAN KOPERASI SIMPAN PINJAM]    [PENGEMBANGAN PAMSIMAS DUSUN KAJAR]    [PENDAMPINGAN PROGRAM HIBAH INTENSIF DESA PAMSIMAS]    [PANDUAN MENCUCI MASKER (KAIN) DENGAN TEPAT]    [RUTINAN KONFERENSI PEMDES KROWE]    [TATA CARA MENJENGUK ORANG SAKIT]    [TAYAMUM SESUAI SUNAH NABI MUHAMMAD SAW.]    [TATA CARA GERAKAN ANGGOTA BADAN PADA WAKTU SHOLAT]    [BULAN TIMBANG BALITA DAN PEMBERIAN GIZI]    [PEMBANGUNAN TALUD DUSUN KEDUNGREJO]    [PENGERJAAN RABAT BETON RT 04 RW 01 DUSUN KAJAR]    [PENGEMBANGAN BP-SPAM PAMSIMAS PUSPO JAGAD]    [POSYANDU DUSUN POSOREJO BULAN OKTOBER]    [SENSUS TERNAK DESA KROWE 2020]    [PRA RAPAT SERAH TERIMA PAMSIMAS PADA SALAH SATU UNIT USAHA BUMDES]    [SEJARAH DESA KROWE]    [POSYANDU DUSUN KEDUNGREJO]    [PENYALURAN BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) DESA KROWE]    [KERJA BAKTI BERSIH-BERSIH LINGKUNGAN BALAI DESA]    [PENGERJAAN ADMINISTRASI PPKBD LEMBEYAN DAN SUB PPKBD KROWE]    [PENGEBORAN SUMUR UNTUK PDAM DESA (PAMSIMAS)]    [TATA CARA WUDLU SESUAI SUNAH ROSUL]    [PELEBARAN JALAN KABUPATEN DESA KROWE]    [PEMASANGAN LAMPU JALAN]    [SENSUS PENDUDUK DESA KROWE]    [VERIFIKASI SPPT TAHUN 2020]    [PENYERAHAN HASIL SWAB SAMUJI RT 3 RW 12 DUSUN BONDOT]    [PERSYARATAN PEMBUATAN ADMINDUK (KTP, KK, AKTE LAHIR, AKTE KEMATIAN DLL)]    [DOA BERSAMA DALAM RANGKA BERSIH DESA ]    [PEMBINAAN P3N (MODIN) SE KECAMATAN LEMBEYAN]    [PATROLI HIPPA DI DESA KROWE]    [LOMBA ANAK (MEWARNAI, HAFALAN SURAT-SURAT PENDEK, TILAWAH)]    [SOSIALISASI DAN PENDATAAN LP2B]    [PENGEMBANGAN JARINGAN PIPA DI DUSUN KROWE]    [PERTANDINGAN BOLA VOLLY ANTAR DUSUN]    [BIMTEK PBJ (PENGADAAN BARANG DAN JASA)]    [PERLOMBAAN BALAP KARUNG]    [LAYANAN NIKAH SAAT NEW NORMAL]    [SEPEDA SANTAI MENGELILINGI DESA]    [FASILITASI PEMBENTUKAN FORUM ANAK OLEH DINAS PPKBPPPA KAB. MAGETAN]    [PENYERAHAN BANTUAN BEDAH RUMAH DARI KODIM MAGETAN]    [TATA CARA MENGURUS JENAZAH]    [PENYALURAN BLT-DD DESA KROWE]    [BAKTI SOSIAL PEMBANGUNAN MASJID ROUDLOTUT THOLIBIN DUSUN PLOSOREJO]    [POSYANDU DUSUN PLOSOREJO]    [PENDISTRIBUSIAN MASKER DARI PEMDES LEWAT BUMDES DENGAN PELAKSANA IBU IBU PKK]    [DOA BERSAMA UNTUK PARA PAHLAWAN PENDIRI BANGSA]    [MENGENAL NEW NORMAL]    [MONITORING ADMINISTRASI DESA]    [PERTEMUAN BUMDES DAN LEMBAGA-LEMBAGA DESA]   
05 November 2020

SEJARAH DESA KROWE

SEJARAH DESA KROWE

Sejarah desa Krowe diawali dengan ditemukannya pohon Rawe yang menjalar dari Kedung Ngaron sampai ke Tirto (salah satu nama wilayah di desa Krowe). Sekitar pertengahan abad 15 Mbah Tarti atau Nyai Tarti datang untuk babat desa, awalnya hutan yang banyak pepohonan. Menurut buku Sejarah Terbentuknya Nama Desa Sekabupaten Magetan menyatakan bahwa maksud kedatangan Mbah Tarti ke daerah tersebut adalah untuk mencari ketenangan dan kedamaian disaat menjelang usia tuanya. Menurut keyakinan mereka disinilah ketenangan dapat diperoleh dan disinilah mereka akan terhindar dari kemurkaan serta keduniawian. Mbah Tarti beserta pengikutnya mulai membabat hutan dan melelahkan ini berlangsung beberapa bulan, karena memang pepohonan yang ada sulit dirambah dan ditebang. Pada suatu saat mereka menemukan sejenis tanaman yang berbulu tebal dan sangat gatal. Ternyata pohon semacam ini tidak hanya satu dua batang, tetapi berpuluh puluh batang. Batangnya berdaun rimbun, sekujur batangnya penuh bulu-bulu yang halus, padat dan gatal. Pohon ini disebut pohon rawe. Pohon-pohon ini harus dibabat karena tanahnya termasuk daerah yang dijadikan pemukiman. Oleh karena itu meski bagaimanapun akibatnya, para pekerja termasuk mbah Tarti menebang pohon rawe yang lebat itu. Tidak urung, bulu pohon yang mudah lepas dan mudah menempel dibenda lain serta mudah berhamburan itu, mengenai seluruh tubuh para pekerja. Termasuk Warok juga kena rawe. Karena bulu itu sangat gatal, maka mereka semua menjadi kegatalan seluruh tubuhnya. Mereka jadi bingung dan sibuk membersihkan bulu-bulu (Jw. Gelugut) gatal ditubuhnya. Tetapi sangat sulit bulu-bulu itu dihilangkan. Sehingga hampir sehari penuh mereka tidak babat hutan. Mereka semua menjadi jengkel dan marah-marah. Karena peristiwa yang menjengkelkan seluruh pekerja ini maka oleh mbah Tarti tempat itu dinamai Kerawe, dan selanjutnya Kerawe dijadikan nama desa yaitu Desa Kerawe. Dalam perkembangannya nama desa Kerawe, berubah menjadi desa Krowe. Mbah Tarti atau Nyai Tarti merupakan kerabat dari Bathoro Katong yang merupakan pendiri Kabupaten Ponorogo sekaligus adipati pertama. Mbah Tarti masih mempunyai darah dari Kerajaan Majapahit. Menurut salah satu sumber tentang sejarah desa Krowe dikatakan bahwa Mbah Tarti merupakan kakak Bathoro Katong, namun menurut hasil wawancara dikatakan bahwa Mbah Tarti merupakan kerabat masih ada darah bangsawan Majapahit. Menurut beberapa sumber dikatakan juga bahwa Bathoro Kathong tidak mempunyai kakak yang bernama Nyai Tarti yang menikah dengan rakyat biasa yang bernama Sutowijoyo atau biasa dikenal dengan sebutan Eyang Sutowijoyo. Kakak Perempuan Bathoro Kathong bernama Retno Pembayu atau Putri Pembayu. Putri Pembayu menikah dengan Pangeran Andayaningrat. Sehingga bisa dikatakan bahwa Mbah Tarti bukanlah kakak kandung dari Bathoro Katong, namun masih kerabat. Makam Mbah Tarti saat berada di Kedung Ngaron desa Krowe. Desa Kerawe pada awalnya hanya terdiri dari satu dusun saja yaitu Kerawe, namun pada tahun 1942 terjadilah pemekaran wilayah menjadi 6 dusun, yaitu :

  1. Dusun Krowe
  2. Dusun Kajar
  3. Dusun Kedungrejo
  4. Dusun Playangan
  5. Dusun Plosorejo
  6. Dusun Mbondot

Desa Krowe memiliki luas 777.5 km2 dengan jumlah penduduk 6795 jiwa. Batas desa Krowe sebelah utara yaitu desa Giripurno batasnya ditandai dengan gapura, selatan berbatasan dengan desa Tapen ditandai dengan sungai, timur berbatasan dengan desa Tladan ditandai dengan bukit, barat berbatasan dengan desa Pragak ditandai dengan gapura. Terjadinya pemekaran desa tahun 1942 karena luas wilayah desa Krowe yang tidak memumpuni bila hanya dicakup satu dusun saja, sehingga dibagi menjadi 6 dusun agar ketika ada bantuan bisa menyeluruh ke masyarakat, baik yang di wilayah Krowe bagian depan dan di wilayah Krowe bagian dalam/pelosok. Setiap dusun ada salah satu yang bertanggung jawab yaitu Kamituo, tugas dari Kamituo yaitu mendata masyarakat yang kurang mampu agar mendapat bantuan, selain itu juga bertanggung jawab menarik pajak bumi dan bangunann (PBB).

Berikut daftar Kepala Desa Krowe sejak berdirinya Desa Krowe :

No

Nama Kepala Desa

Masa Jabatan

1.

Nyai Tarti

-

2.

Den Bei

-

3.

Palang

-

4.

Kromo Tani

-

5.

Kromo Redjo

-

6.

Kromo Reso

-

7.

Sono Redjo Karmin

-

8.

Kadir

-

9.

Kromo Reso

-

10.

Warso Dihardjo

1942-1945

11.

Mardjani

1945-1948

12.

Syamsi

1948-1989

13.

Ahmad Husein

1998-1998

14.

Djuwari

1998-2006

15.

Djuwari

2006-2013

16.

Sudjak, S.Ag

2013-2019

17

Sarbini

2019-Sekarang

 

Disusun oleh, Ayu Novitasari, Mahasiswa Universitas Jember, Jurusan Ilmu Sejarah, semester 5 (lima)

WURI LESTARI (KAUR PERENCANAAN)    SARBINI (KEPALA DESA)    LILIS AGUSTIN (KAUR KEUANGAN)    YULIATIN (KAUR TATA USAHA DAN UMUM)    BAGUS NUGROHO (KASI PEMERINTAHAN)    SAMURI (KASI KESEJAHTERAAN)    MARSONO (KASI PELAYANAN)    SAMIRAN (KEPALA DUSUN KAJAR)    SARIFAHUDIN (KEPALA DUSUN KROWE)    MAKSUM (KEPALA DUSUN KEDUNGREJO)    SRIYATUN (KEPALA DUSUN PLAYANGAN)    BIBIT (KEPALA DUSUN PLOSOREJO)    MARJUKI (KEPALA DUSUN BONDOT)    JIMUN (STAF KAUR PERENCANAAN)    WARSITO (STAF KASI PEMERINTAHAN)    MUKHYAR TASMANTO (STAF KASI KESEJAHTERAAN)    PUJIANTO (KARYAWAN DESA (MODIN))